Walaupun Starship adalah shell yang serbaguna, terkadang kita butuh upaya lebih dari sekadar mengedit `starship.toml` untuk membuatnya menjalankan beberapa hal tertentu. Halaman ini merincikan beberapa teknik konfigurasi lanjutan yang digunakan starship.
Clink menyediakan APIs yang sangat fleksibel untuk menjalankan perintah pre-prompt dan pre-exec di Cmd shell. Caranya sangat mudah dengan Starship. Ubahlah file `starship.lua` sesuai kebutuhanmu:
- Untuk menjalankan custom function sebelum prompt muncul, definisikan function baru dengan nama `starship_preprompt_user_func`. Function ini menerima prompt yang berjalan sebagai string yang mampu kamu gunakan. Sebagai contoh, untuk menampilkan roket sebelum prompt, kamu bisa
- Untuk menjalankan custom function tepat sebelum perintah dieksekusi, definisikan function baru dengan nama `starship_precmd_user_func`. Function ini menerima prompt yang berjalan sebagai string yang mampu kamu gunakan. Sebagai contoh, untuk menampilkan perintah yang akan dieksekusi, kamu bisa
Bash tidak memiliki framework preexec/precmd yang tetap seperti kebanyakan shell pada umumnya. Oleh karena itu, sulit halnya untuk membuat hook yang dapat dikustomisasi sepenuhnya di dalam `bash`. Namun, Starship memberikan beberapa cara supaya kamu bisa memasukkan fungsimu sendiri ke dalam prosedur prompt-rendering:
- Untuk menjalankan custom function tepat sebelum prompt, buatlah sebuah fungsi baru lalu berikan nama `starship_precmd_user_func` ke fungsi tersebut. Sebagai contoh, untuk menampilkan roket sebelum prompt, kamu bisa
- Untuk menjalankan custom function tepat sebelum perintah berjalan, kamu bisa menggunakan [`DEBUG` trap mechanism](https://jichu4n.com/posts/debug-trap-and-prompt_command-in-bash/). Akan tetapi, kamu **harus** melakukan proses trap pada DEBUG signal _sebelum_ menjalankan Starship! Starship bisa menyimpan nilai dari DEBUG trap, tapi jika trap diganti setelah starship berjalan, beberapa fungsi akan rusak.
PowerShell tidak memiliki framework preecex/precmd seperti kebanyak shells pada umumnya. Karena itu, sulit halnya untuk membuat hook yang dapat dikustomisasi sepenuhnya di dalam `powershell`. Namun, Starship memberimu sedikit kemampuan untuk bisa menambahkan function milikmu ke dalam prosedur prompt-rendering:
Beberapa prompt shell dengan otomatis akan mengubah judul window-nya untukmu (mis. untuk merefleksikan direktori kerjamu). Fish bahkan mengaturnya sebagai bawaan. Di dalam Starship tidak bisa, namun mudah halnya untuk menambahkan fungsionalitas tersebut ke dalam `bash`, `zsh`, `cmd` ataupun `powershell`.
Sebagai contoh, kalau kamu mau menampilkan lokasi direktori pada judul label terminalmu, tambahkan bagian berikut ke dalam `~/.bashrc` atau `~/.zshrc`:
Sebagian shells mendukung right prompt yang mana dirender di baris yang sama sesuai dengan masukannya. Starship mampu mengatur konten right prompt dengan menggunakan opsi `right_format`. Semua modul yang bisa digunakan di dalam `format` juga dapat digunakan di dalam `right_format`. Variabel `$all` hanya akan memuat modul yang tidak digunakan secara eksplisit di dalam `format` ataupun `right_format`.
Catatan: Right propmt merupakan sebuah baris yang mengikuti lokasi baris inputan. Untuk membuat modul rata ke kanan di atas baris masukan di dalam multi-line prompt, lihat [`fill` module](/config/#fill).
Beberapa shells mendukung continuation prompt bersamaan dengan prompt biasa. Prompt tersebutlah yang akan dirender daripada prompt biasa ketika pengguna memasukkan perintah yang kurang lengkap (seperti tanda kurung atau tanda kutipan tunggal).
Penataan string adalah kumpulan kata-kata, yang dipisahkan oleh ruang kosong. Kumpulannya tidak bersifat case sensitive (mis. `tebal` dan `TeBaL` dianggap sebagai string yang sama). Tiap-tiap kata berikut adalah opsinya:
yang mana `<color>` merupakan sebuah penentu warna (dibahas di bawah). `fg:<color>` dan `<color>` untuk saat ini memiliki fungsi yang sama, meskipun bisa berubah di kemudian hari. `inverted` menggantikan warna pada latar depan dan belakang. Urutan kata pada string tidak jadi masalah.
`none` bisa menimpa nilai token lainnya di dalam string jika Ia tidak termaksud dalam penentu warna pada `bg:` sebagai contoh, `fg:red none fg:blue` akan tetap menjadi string yang tidak memiliki penataan. `bg:none` menjadikan warna pada latar belakang sebagai warna bawaan. Jadi, nilai `fg:red bg:none` sama dengan `red` atau `fg:red` dan nilai `bg:green fg:red bg:none` juga sama dengan `fg:red` ataupun `red`. Mungkin akan jadi masalah untuk menggunakan `none` dengan token lainnya di kemudian hari.
- Warna terminal pada umumnya terdiri dari: `black`, `red`, `green`, `blue`, `yellow`, `purple`, `cyan`, `white`. Secar opsional kamu bisa menambahkannya dengan `bright-` untuk mendapatkan versi yang lebih terang (mis. `bright-white`).
- Menuliskannya dengan menggunakan `#` dan diikuti oleh enam digit angka hexadesimal. Spesifikasi [kode heksadesimal pada warna RGB](https://www.w3schools.com/colors/colors_hexadecimal.asp).
- Menggunakan bilangan antara 0-255. Spesifikasi [8-bit Kode Warna ANSI](https://i.stack.imgur.com/KTSQa.png).